Materi Pelajaran


Materi pertemuan pertama :  Lihat dan Download

Materi Pertemuan Kedua  :   Lihat dan Download

Materi pertemuan Ketiga  :   DLihat dan Download

Materi pertemuan keempat : Lihat dan Download

Materi Pertemuan kelima  :    Lihat dan Download

Materi pertemuan keenam  :  Lihat dan Download

Materi pertemuan ketujuh  :  Lihat dan Download

Materi pertemuan kedelapan : Lihat dan Download

Materi pertemuan kesembilan : Lihat dan Download

Materi pertemuan kesepuluh  : Lihat dan Download

Materi pertemuan kesebelas : Lihat dan Download

Materi pertemuan kedua belas : Lihat dan Download

Materi Pertemuan ketiga belas: Lihat dan Download

Materi Pertemuan keempat belas  : Lihat dan Download

Materi Pertemuan kelima belas  :  Lihat dan Download

 

                                                                                  

 

Tindakan ekonomi, Motif ekonomi dan Prinsip ekonomi



A. Tindakan ekonomi

Tindakan Ekonomi adalah segala usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dengan pertimbangan yang baik berdasarkan skala prioritas untuk mencapai kemakmuran.

Kebutuhan adalah keinginan manusia yang menuntut untuk dipenuhi yang sifatnya tidak terbatas
B. Motif Ekonomi
Motif Ekonomi adalah keinginan atau alasan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi baik dari dalam diri manusia maupun dari luar/lingkungan.
       Macam-macam motif ekonomi:
       1.  Motif memenuhi kebutuhan
       2.  Motif memperoleh keuntungan
       3.  Motif memperoleh penghargaan
       4.  Motif memperoleh kekuasaan
       5.  Motif sosial / menolong sesama
C. Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi.
Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.

Prinsip Ekonomi dapat digolongkan sbb.

a.    Prinsip ekonomi konsumen
Konsumen adalah pengguna barang dan jasa.
dengan pendapatan yang diterima, konsumen berusaha mencapai kepuasan yang sebesar-besarnya  Oleh karena itu  maka konsumen perlu melakukan kegiatan selektif dalam membuat skala prioritas kebutuhanya.

b.    Prinsip ekonomi produsen
Produsen adalah orang yang menghasilkan /  menambah nilai guna barang dan jasa.
Produsen mempertimbangkan  agar menggunakan biaya produksi yang rendah untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
c.    Prinsip ekonomi distributor
Distributor adalah orang yang menyalurkan barang dan jasa.
Distributor mempertimbangkan efisiensi jarak, biaya, dan waktu yang diperlukan untuk menyalurkan barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan maksimal
KESIMPULAN
Tindakan ekonomi;
tindakan/kegiatan yang dilakukan manusia dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan
Motif ekonomi;
Dorongan atau alasan yang membuat orang mau melakukan tindakan ekonomi.
Keinginan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi
Prinsip ekonomi;
Pedoman/dasar dalam melakukan tindakan ekonomi untuk mendapatkan:
Hasil yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan tertentu.
Hasil tertentu dengan pengorbanan sekecil-kecilnya 

Pak Tani sedang membajak sawah dengan traktor


                                                                                                                                                                   

Seperti halnya dengan keterampilan dasar mengajar yang lain, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil juga memiliki beberapa komponen. Komponen-komponen tersebut sangat perlu untuk dikuasai oleh guru agar kegiatan membimbing diskusi kelompok kecil dapat berjalan secara efektif.
Apa sajakah komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil tersebut? Edi Soegito dan Yuliani Nurani dalam Kemampuan dasar Mengajar, mengemukakan komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, yaitu:
  1. Memusatkan perhatian siswa;
  2. Memperjelas pendapat siswa;
  3. Menganalisis pandangan siswa;
  4. Meningkatkan kontribusi siswa;
  5. Mendistribusikan pandangan siswa; dan
  6. Menutup diskusi.
Hal senada dikemukakan juga oleh Wardani dan Julaiha (2007) dalam Strategi Pembelajaran di SD. Berikut ini adalah komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil dan penjelasan ringkasnya yang telah dikemukakan oleh mereka:
1. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi Bisa saja dalam diskusi yang dilakukan menjadi sia-sia karena disebabkan oleh kurang terampilnya pemimpin diskusi dalam memusatkan perhatian. Maka untuk mengantisipasinya perlu dilakukan kegiatan pemusatan perhatian oleh guru dengan cara:
  • Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi
  • Kemukakan dengan tegas masalah-masalah khusus yang dibahas dan nyatakan kembali jika terjadi penyimpangan
  • Catat perubahan atau penyimpangan yang tidak relevan
  • Sebelum ke tahap berikutnya, rangkum hasil pembahasan yang telah disepakati.
2. Memperjelas masalah maupun uraian pendapat/usulan Kurang jelasnya gagasan/ide yang dikemukakan oleh siswa dapat menyebabkan perdebatan sengit. Dalam hal ini guru perlu memperjelas pendapat yang diajukan siswa agar tidak terjadi salah pengertian. Tujuannya adalah agar semua anggota kelompok mempunyai persepsi/gambaran yang sama terhadap gagasan yang diajukan. Memperjelas pendapat dapat dilakukan dengan:
  • Merangkum usulan tersebut sehingga menjadi jelas
  • Meminta komentar siswa tentang gagasan dengan mengajukan pertanyaan
  • Menguraikan gagasan peserta didik dengan memberikan informasi tambahan atau contoh-contoh yang sesuai.
3. Menganalisis pandangan/pendapat siswa Di dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam di antara anggota kelompok. Pemimpin diskusi hendaknya mampu menganalisis alasan perbedaan tersebut dengan cara:
  • Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat
  • Memperjelas atau menguraikan inti gagasan tentang hal-hal yang disepakati maupun yang belum disepakati.
4. Meningkatkan urunan/uraian/usulan/pendapat siswa Manfaat dari berdiskusi adalah melatih siswa untuk berfikir kritis dan berpartisipasi secara aktif. Agar uraian yang diberikan oleh siswa lebih meningkat kualitasnya, guru harus mampu mendorong siswa agar mempertajam uraian/pendapatnya itu. Cara yang dapat dilakukan antara lain:
  • Mengajukan pertanyaan kunci yang dapat menantang siswa untuk berpikir
  • Memberikan contoh-contoh yang sesuai secara tepat (bisa berbentuk verbal maupun nonverbal)
  • Memberikan waktu untuk berpikir tanpa gangguan komentar lain
  • Memberikan dukungan terhadap uraian/usulan pendapat siswa dengan penuh perhatian.
5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi Guru perlu mendorong dan menyebarkan kesempatan berpartisipasi agar setiap anggota kelompok mempunyai peran dalam menghasilkan keputusan/kesimpulan dan tidak didominasi atau dimonopoli oleh beberapa orang saja. Cara yang dapat dilakukan guru untuk menyebarkan kesempatan berpartisipasi antara lain:
  • Memancing usulan siswa yang enggan berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan secara halus dan bijaksana
  • Mencegah terjadinya pembicaran serentak dengan memberi giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu
  • Secara bijaksana mencegah terjadinya memonopoli pembicaraan oleh siswa tertentu
  • Mendorong terjadinya interaksi antarsiswa dengan meminta siswa mengomentari pendapat temannya
  • Jika terjadi kebuntuan, maka guru meminta persetujuan untuk melanjutkan diskusi yang bertitik tolak dari salah satu pendapat siswa.
6. Menutup Ini adalah komponen terakhir dari keterampilan yang harus dikuasai guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil agar tidak terjadi diskusi dengan hasil yang tidak jelas. Cara yang dapat ditempuh antara lain:
  • Bersama-sama membuat rangkuman hasil diskusi
  • Memberi gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi
  • Melakukan penilaian/evaluasi proses maupun hasil diskusi.

Urutan komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil di atas telah disesuaikan dengan kemunculannya dalam proses diskusi.
Dengan menguasai dan menerapkan keenam komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil secara tepat dan bermakna, maka diskusi yang dilakukan siswa dibawah bimbingan guru akan menjadi sebuah kegiatan yang menantang, menyenangkan, produktif, dan efektif dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan. Semoga bermanfaat!




                                                                                                                                                                     
proses terjadinya hujan
IlmuPengetahuan.org – Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting vital bagi kelangsungan dan perkembangan makhluk hidup di Bumi. Terjadinya hujan sangat dipengaruhi oleh konveksi di atmosfer bumi dan lautan. Konveksi adalah proses pemindahan panas oleh gerak massa suatu fluida dari suatu daerah ke daerah lainnya. Air-air yang terdiri dari air laut, air sungai, air limbah, dan sebagainya tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasiakibat adanya bantuan dari panas sinar matahari. Air tersebut kemudian menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain.
Sesampai di atas, uap-uap mengalami proses pemadatan atau biasa disebut juga kondensasisehingga terbentuklah awan. Akibat terbawa angin yang bergerak, awan-awan tersebut saling bertemu dan membesar dan kemudian menuju ke atmosfir bumi yang suhunya lebih rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena terlalu berat dan tidak mampu lagi ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi, proses ini disebut juga proses presipitasi. Karena semakin rendah, mengakibatkan suhu semakin naik maka es/salju akan mencair, namun jika suhunya sangat rendah, maka akan turun tetap menjadi salju.
Video Proses Terjadinya Hujan

Hujan Buatan

Hujan buatan merupakan inovasi terbaru yang berguna agar proses jatuhnya hujan semakin banyak dan cepat. Agar hujan buatan bisa terbentuk, maka dibutuhkan awan-awan yang memiliki kadar air yang banyak dan kecepatan angin yang lambat. Apakah hanya itu saja yang dibutuhkan? Tidak hanya itu, masih banyak lagi yang harus dibutuhkan. Hujan buatan ini dibuat dengan cara menyemai awan dengan menggunakan bahan yang bersifat higroskopik sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan di dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan. Jenis awan Cumulus adalah jenis awan yang sangat bagus untuk digunakan sebagai media membuat hujan buatan. Setelah lokasi pemilihan awan-awan yang masuk dalam kriteria ditemukan, langkah selanjutnya adalah proses penyemaian. Proses ini membutuhkan media pesawat yang berfungsi untuk mengangkut bubuk-bubuk yang sudah disiapkan untuk disebar di awan-awan tersebut.
proses hujan buatan
Bubuk khusus tersebut terdiri dari glasiogenik berupa Perak Iodida yang berfungsi untuk membentuk es. Di dalam bubuk tersebut, dicampur pula garam dapur atau Natrium Chlorida dan urea, bahan-bahan tersebut digunakan karena seperti kandungan yang terdapat di awan. Untuk dapat membentuk hujan yang lebat, biasanya dibutuhkan bubuk khusus yang sudah diterangkan di atas sebanyak 3 ton yang disemai menggunakan pesawat terbang ke awan Cumulus selama 30 hari. Proses pembuatan hujan buatan ini juga belum mesti berhasil. Yang terpenting adalah penyebaran bibit hujan harus memperhatikan arah angin, kelembaban dan tekanan udara.

Manfaat Hujan Buatan

Hujan buatan bermanfaat untuk membantu daerah yang sedang mengalami kekeringan, pengisian waduk, keperluan air bersih, irigasi, dan sebagainya. Karena hujan buatan ini merupakan teknologi modifikasi cuaca, maka hujan buatan bisa terjadi kapan saja tanpa harus menunggu musim hujan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar